Friday, February 8, 2008

Rahasia Utama Manusia Diciptakan

Mungkin sudah banyak dari kita yang mengetahui bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, seperti yang difirmankan-Nya dalam surat At-Tiin (95) ayat 4,

Laqad khalaqnal insaana fii ahsani taqwiin

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk."

Kemudian setelah itu, manusia juga diberikan kemuliaan yang istimewa dibandingkan dengan makhluk-makhluklain yang diciptakan olehNya. Bahkan begitu istimewanya kedudukan manusia hingga segala sesuatu yang ada di bumi ini, di muka bumi dan di dalam bumi, diperuntukkan kepada manusia. Allah Ta'aala menjelaskan dalam Al-Qur'an melalui surat Al Israa' (17) ayat 70,

Wa la qad karramnaa banii aadama wa hamalnaahum fil barri wal bahri wa razaqnaahum minath thayyibaati wa fadh-dhalnaahum 'alaa katsiirim mim man khalaqnaa tafdhiilaa.

"Dan sungguh Kami telah muliakan keturunan Adam, dan Kami angkut mereka didaratan dan dilautan dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka dari kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna."

Oleh karena itu, dengan segala keistimewaan dan kelebihan yang begitu besarnya diberikan Allah Tabaarakta wa Ta'aala kepada manusia, maka Allah menegaskan kepada kita bahwasanya tujuan pokok penciptaan manusia tiada lain adalah untuk mengenal Allah sebagai Tuhannya serta berbakti kepadaNya. Dan inilah rahasia utama diciptakannya manusia sebagai makhluk Allah yang paling sempurna dengan adanya akal untuk berpikir, dan kemauan serta kehendak untuk memilih yang benar dan yang salah.

Hal ini difirmankan Allah 'Azza wa Jalla dalam Al-Qur'an di surat Adz Dzaariyaat (51) ayat 56 dan 57,

Wa maa khalaqtul jinna wal insa illaa liya'buduun. Maa uriidu minhum mir rizqiw wa maa uriidu ay yuth'imuun.

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melaikan supaya mereka menyembah-Ku. Tidaklah Aku menghendaki rezeki dari mereka dan tiada (pula) Aku menghendaki supaya mereka memberi Aku makan."

Maka berdasarkan firman Allah tersebut dapatlah disimpulkan kalau tujuan hidup setiap insan manusia (dan jin) adalah hanya untuk menyembah, mengabdi atau beribadah kepada Allah Rabbul'aalamiin dengan jalan menuruti segala perintahNya serta tunduk dan patuh untuk menjauhi semua laranganNya. Bukan berteman dengan jin atau berkolaborasi dengan mereka, ataupun tidak untuk ingkar dan lalai terhadap Allah Ta'aala.

Bahkan di dalam ayat tersebut juga dinyatakan kalau Allah sama sekali tidak membutuhkan pemberian dan pertolongan dari makhluk-makhluk ciptaanNya, baik yang berupa rezeki atau ibadah, tetapi kita sebagai hamba-hamba Allah yang sebenarnya sangat membutuhkan pertolongan dari Allah, dan sangat bergantung kepada belas kasihNya.

Ingat, beribadah kepada Allah itu sebenarnya merupakan jalan untuk menuju keselamatan di dunia dan akhirat. Dan sesungguhnya ibadah itu adalah hak Allah Ta'aala atas hamba-hambaNya yang takut akan adzabNya sehingga berusaha untuk mencari pahala serta ridha dariNya.







No comments: