Dikisahkan dalam kitab Muakaasyafatul Qulub karangan Abu Hamid Muhammad al-Ghazaliy atau yang lebih dikenal sebagai Imam al-Ghazaliy, bahwa suatu hari Nabi Daud 'Alahi Sallaam sedang melakukan meditasi di dalam biara ketika beliau melihat seekor cacing merah ada di atas tanah.
Lalu Nabi Daud 'Alaihi Sallaam berkata dalam hati, "Apakah yang dikehendaki Allah Subhaanahu wa Ta'aala dalam cacing ini?" Kemudian Allah Ta'aala memperkenankan cacing itu bisa mengerti perkataan Nabi Daud 'Alaihi Sallaam tersebut dan dapat berbicara kepadanya.
Cacing itu pun mulai berkata kepada Nabi Daud 'Alaihi Sallaam, "Wahai Nabi Allah, adapun dalam mengisi hari-hariku, maka Tuhanku memberi ilham kepadaku agar dalam setiap hari aku mengucapkan "Subhaanallah walhamdulillaah wa laa ilaha iilaa Allah Wallahu Akbar" sebanyak seribu kali. Adapun malam-malamku maka Tuhanku memberi ilham agar dalam setiap malam aku mengucapkan "Allahumma shalli ala Muhammad an nabiyi al ummiyi wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallim" sebanyak seribu kali. Sementara engkau, apa yang kau ucapkan sehingga aku dapat mengambil suatu manfa'at darimu?"
Maka menyesallah Nabi Daud 'Alaihi Sallaam karena telah meremehkan seekor cacing yang juga merupakan salah satu makhluk ciptaan-Nya, dan membuat beliau semakin takut untuk berbuat dosa kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala, bertaubat dan bertawakkal kepada-Nya.
Lalu Nabi Daud 'Alaihi Sallaam berkata dalam hati, "Apakah yang dikehendaki Allah Subhaanahu wa Ta'aala dalam cacing ini?" Kemudian Allah Ta'aala memperkenankan cacing itu bisa mengerti perkataan Nabi Daud 'Alaihi Sallaam tersebut dan dapat berbicara kepadanya.
Cacing itu pun mulai berkata kepada Nabi Daud 'Alaihi Sallaam, "Wahai Nabi Allah, adapun dalam mengisi hari-hariku, maka Tuhanku memberi ilham kepadaku agar dalam setiap hari aku mengucapkan "Subhaanallah walhamdulillaah wa laa ilaha iilaa Allah Wallahu Akbar" sebanyak seribu kali. Adapun malam-malamku maka Tuhanku memberi ilham agar dalam setiap malam aku mengucapkan "Allahumma shalli ala Muhammad an nabiyi al ummiyi wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallim" sebanyak seribu kali. Sementara engkau, apa yang kau ucapkan sehingga aku dapat mengambil suatu manfa'at darimu?"
Maka menyesallah Nabi Daud 'Alaihi Sallaam karena telah meremehkan seekor cacing yang juga merupakan salah satu makhluk ciptaan-Nya, dan membuat beliau semakin takut untuk berbuat dosa kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala, bertaubat dan bertawakkal kepada-Nya.
No comments:
Post a Comment